Join The Community

Rabu, 08 Desember 2010

16 Tip Anti Alergi Untuk Si Junior

Apakah gejala alergi membuat anak Anda jadi lelah? Bersin-bersin, mata gatal, hidung tersumbat, pada akhirnya memang membuat anak jadi lelah dan tak mau beraktivitas.
Bagaimana mengatasinya?
16 Tips sederhana berikut ini, paling tidak akan membuat gejala alergi menjauh. Berikut penjelasannya:
1. Kurangi kegiatan luar ruang.
Cara terbaik untuk melawan gejala alergi adalah menghindari alergi. Demikian rekomendasi para ahli yang tergabung di American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI). Jadi, ketika serbuk sari breterbangan, jagalah agar anak tetap berada di dalam rumah. Biasanya, serbuk sari mencapai puncaknya pada pagi hari.
2. Gunakan air garam.
Hidung tersumbat merupakan salah satu gejala yang menyebalkan bagi anak penyandang alergi. Untuk mengatasinya, anak bisa menggunakan cara sederhana, yakni air garam.
3. Jangan kurang minum.
Bersin-bersin bisa membuat anak jadi merasa panas. Maka, anak jangan sampai kurang minum. Selalu sediakan air dalam botol agar anak tetap terhidrasi dengan baik.
4. Mandi air hangat.
Mandi dengan pancuran air hangat atau berendam di air hangat, pada beberapa anak, bisa membuat gejala alergi menjauh. Jadi, biarkan anak bermain-main dengan air hangat di kamar mandi.
5. Jaga agar ruangan tetap dingin.
Untuk mencegah serbuk sari tak menyelinap ke rumah atau mobil, selalu pastikan ruangan dalam kondisi dingin dan tutuplah jendela.
6. Bersahabat dengan udara kering.
Sedikit kelembaban udara membuat napas jadi mudah bagi sebagian besar orang. Jadi, jika udara di rumah kering, maka tak ada salahnya menyalakan mesin humidifier. Namun, tetap hati-hati. Karena, kelembaban di atas 40% justru memicu alergen dalam ruangan, misalnya tungau.
7. Kompres dengan air dingin.
Saat mata memerah dan gatal membuat anak jadi rewel, cobalah kompres dengan air dingin, yang berkhasiat mengurangi gatal dan peradangan.
8. Jangan menggaruk.
Ketika mata memerah dan gatal, maka beri pengertian pada anak untuk tidak menggaruknya, karena hal itu justru akan membuat mata semakin gatal sekaligus timbul iritasi.
9. Makanan berempah.
Jika anak menyukai makanan yang mengandung rempah-rempah, biarkan saja. Sebab, beberapa rempah, misalnya lada, jahe, bawang merah, dan bawang putih, justru bisa mengurangi mukus dan membersihkan saluran hidung.
10. Jangan lupa tisu atau sapu tangan.
Ketika gejala alergi mencapai puncaknya, gunakan tisu atau sapu tangan agar hidung tetap bersih.
11. Gunakan jeli.
Bila hidung jadi memerah karena gejala alergi yang tak kunjung mereda, beri jeli untuk mengurangi dampak merah tersebut.
12. Berkumur.
Jika gejala alergi, misalnya pilek dan bersin-bersin meninggalkan gejala lain, misalnya radang tenggorokan, berkumurlah dengan air garam hangat yang dibuat dari 1-2 sendok makan garam dan secangkir air untuk mengurangi nyeri radang.
13. Minum teh hangat.
Minum lebih banyak air juga bisa mengurangi dahak. Minumlah teh yang dicampur madu dan lemon. Teh hangat juga bisa meredakan sumbatan sinus.
14. Kompres wajah.
Dengan air hangat, kompres wajah akan meredakan tekanan sekaligus nyeri sinus.
15. Hindari susu.
Ada mitos yang mengatakan bahwa susu membuat mukus jadi lebih parah. Hal itu belum terbukti, namun memang ada baiknya agar menghindari susu ketika anak sedang bertarung dengan gejala alergi.
16. Pantang makanan tertentu.
Makanan yang membuat gejala alergi tambah buruk wajib dipantang, misalnya pisang, melon, teh chamomil, minyak biji matahari, dan ketimun.
Lalu, bagaimana caranya agar alergi dan alergen tak mampir?
Ini dia 10 tips-nya:
1. Mandi. Jika anak beraktivitas di luar, mereka pasti membawa pulang alergen, entah di rambut atau baju. Maka, jalan terbaik adalah segera mandi dan mencuci baju.
2. Cuci tangan. Khasiatnya sudah tak diragukan lagi dan merupakan cara terbaik menjauhkan alergen.
3. Lindungi mata. Selalu perintahkan anak memakai kaca mata ketika beraktivitas di luar untuk meminimalkan serbuk sari mengenai mata.
4. Bersihkan semua. Sepatu, baju, lantai, karpet, dan lainnya agar alergen tak menempel.
5. Tempat tidur khusus. Untuk membantu mengontrol alergi, para ahli merekomendasikan tempat tidur khusus yang didesain untuk mencegah alergen hinggap di tempat tidur.
6. Jemur di dalam. Jika anak sangat rentan dengan alergen dari luar ruangan, jangan jemur pakaian di luar, karena memudahkan serbuk sari menempel.
7. Kurangi tanaman di dalam rumah. Sebab, kelembaban tanah bisa menimbulkan pertumbuhan alergen.
8. Konsultasikan dengan dokter. Ada obat alergi yang dijual bebas, ada juga yang harus lewat resep. Konsultasikan dengan dokter mana obat yang terbaik buat anak Anda.
9. Cerdas dengan pengobatan. Jangan lupa untuk selalu meminta anak minum obat yang dibeli melalui resep, tapi ingat, lebih banyak obat bukan otomatis mengurangi gejala. Karena itu, minumlah hanya obat yang direkomendasikan.
10. Air mata buatan. Bila direkomendasikan, air mata artifisial bisa membuat alergen menjauh dari mata anak.
info:http://www.infohealthtoday.com/12/16-tip-anti-alergi-untuk-si-junior/

0 komentar:

Posting Komentar

Halaman Detail